Apabila berbicara tentang komputasi AI pada berbagai layanan Generative AI, chatbot AI AI assistant yang disediakan ChatGPT, Claude AI, Google Gemini dan lainnya, kita bukan hanya mengaitkannya dengan kartu grafis (GPU) yang semakin canggih dan berbagai jenis chip, seperti Selain GPU, jenis chip untuk komputasi AI meliputi TPU, DPU, FPGA, ASIC, IPU, CPU dengan ekstensi AI.
Di balik layar, sebuah pasar raksasa yang tidak kalah penting dan mengalami pertumbuhanan positif adalah infrastruktur jaringan. Setiap GPU canggih yang dipasang di data center (pusat data) membutuhkan konektivitas super cepat untuk dapat berfungsi optimal.
Kebutuhan inilah yang menciptakan lahan emas baru bagi para pemain lama, seperti Cisco, Juniper Networks, Broadcom, HPE, dan Arista Networks, sekaligus membuka pintu bagi Nvidia untuk bertransformasi dari sekadar pemasok chip menjadi raksasa di industri jaringan.

Fenomena ini didorong oleh skala komputasi AI modern. Diperkirakan Nvidia akan mengirimkan lebih dari 5 juta GPU Blackwell pada tahun 2025. Sebelum GPU ini dapat melatih model AI generasi berikutnya, mereka harus terhubung dalam sebuah jaringan yang kompleks. Dengan kata lain, untuk setiap GPU yang digunakan, vendor switch Ethernet juga berpeluang utnuk menjual sekitar tiga hingga lima produk port switch-nya.
Skala akan meningkat seiring dengan ukuran cluster GPU. Untuk cluster yang berisi hingga 8.192 GPU, arsitektur jaringan dua lapis (leaf-spine) sudah memadai dengan menggunakan switch modern. Namun, untuk cluster raksasa dengan 128.000 GPU, jumlah switch yang dibutuhkan bisa mencapai 5.000 unit, atau bahkan 10.000 unit jika menggunakan perangkat yang lebih lama.
Selain itu, ada pula kebutuhan jutaan unit optik pluggable dan kabel untuk menghubungkan semuanya. Menurut prediksi Dell’Oro Group, jaringan AI akan mendorong penjualan perangkat keras jaringan senilai hampir US$80 miliar pada tahun 2030.
Pemain Lama Ikut Menikmati Kue Pasar
Para pemain mapan di industri jaringan adalah yang pertama merasakan keuntungan besar dari ledakan ini. Cisco, sebagai salah satu pemimpin pasar, melaporkan pencapaian yang luar biasa. CEO Cisco, Chuck Robbins, mengumumkan bahwa pesanan infrastruktur AI dari pelanggan skala web melampaui US$ 800 juta hanya pada kuartal keempat tahun fiskal 2025, dengan total mencapai US$2 miliar untuk keseluruhan tahun tersebut.
Angka ini dua kali lipat dari target awal mereka. Menariknya, komponen optik menyumbang sekitar sepertiga dari pendapatan AI networking Cisco pada kuartal keempat. Cisco kini tidak hanya berfokus pada pelanggan besar skala web, tetapi juga melihat peluang besar di segmen perusahaan tradisional dan “neocloud” yang sedang berkembang.

Pesaing lama Cisco, Arista, juga menunjukkan proyeksi pertumbuhan yang jelas. Perusahaan ini memproyeksikan pendapatan setahun penuh sebesar US$8,75 miliar, di mana sekitar 17 persennya berasal dari penjualan terkait AI.
CEO Arista, Jayshree Ullal, memperkirakan pendapatan dari jaringan AI akan melampaui US$1,5 miliar pada tahun 2025 dan terus bertumbuh di tahun-tahun mendatang. Vendor lain seperti Juniper Networks, yang sedang dalam proses merger dengan HPE, juga diasumsikan menikmati permintaan tinggi dari infrastruktur AI.
NVIDIA: Dari Pemasok Chip Menjadi Pesaing Utama
Namun, pemain yang paling mengubah peta persaingan adalah NVIDIA. Perusahaan yang identik dengan GPU ini kini menjadi salah satu nama terbesar dalam jaringan AI. Langkah strategis mereka dimulai dengan akuisisi Mellanox senilai US$6,9 miliar pada tahun 2019. Akuisisi ini memberikan NVIDIA portofolio produk jaringan berperforma tinggi yang solid.
Hasilnya sangat signifikan. Pada kuartal pertama saja, penjualan divisi jaringan NVIDIA meroket 64 persen dari kuartal sebelumnya, mencapai sekitar US$5 miliar. Portofolio NVIDIA tidak hanya mencakup switch Ethernet Spectrum-X, tetapi juga produk andalan dari warisan Mellanox: switch InfiniBand dan Network Interface Cards (NICs) ConnectX.

Produk-produk ini bersaing langsung dengan solusi Ethernet yang ditawarkan oleh Cisco, Arista, dan lainnya, terutama di pasar komputasi performa tinggi dan AI di mana latensi rendah adalah kunci.
Dengan menguasai baik komponen komputasi (GPU) maupun komponen jaringan (InfiniBand dan Ethernet), NVIDIA menawarkan ekosistem yang terintegrasi. Hal ini menempatkan mereka dalam posisi unik, bukan hanya sebagai pendorong pasar, tetapi juga sebagai pesaing tangguh yang mengancam dominasi vendor jaringan tradisional.
Masa depan persaingan di jaringan infrastruktur AI
Untuk saat ini, kue pasar AI yang berkembang pesat tampaknya masih cukup besar untuk semua pemain. Pelanggan hyperscaler cenderung tidak terlalu terikat pada satu vendor, asalakn teknologinya berfungsi dan sesuai standar Ethernet yang memungkinkan interoperabilitas.
Cisco dan Arista serta pemain lama lainnya mengandalkan reputasi pengalaman mereka, basis pelanggan yang luas, dan penawaran layanan serta perangkat lunak bernilai tambah, terutama di segmen korporat.
Di sisi lain, NVIDIA memiliki keunggulan dengan mengontrol tumpukan teknologi AI dari hulu ke hilir. Ledakan AI telah secara fundamental mengubah lanskap industri jaringan, menciptakan arena kompetisi baru di mana raksasa GPU kini berhadapan langsung dengan para raja jaringan.