Startup teknologi Pintarnya baru saja mengumumkan pencapaian penting dalam perjalanannya, yakni mendapatkan pendanaan Seri A senilai US$16,7 juta. Putaran pendanaan ini bukan sekadar tambahan modal, tetapi juga penegasan bahwa model bisnis yang digarap perusahaan rintisan ini dianggap relevan untuk menjawab tantangan besar di Indonesia: membuka akses lapangan kerja yang layak sekaligus memperluas layanan keuangan bagi jutaan pekerja.
Menghubungkan Pekerja dengan Peluang Nyata
Pintarnya berdiri dengan visi sederhana tetapi kuat: mempermudah pencarian kerja bagi masyarakat kelas pekerja, khususnya di sektor-sektor yang sering luput dari sorotan teknologi. Aplikasi ini membantu pencari kerja menemukan lowongan di bidang ritel, restoran, logistik, hingga manufaktur. Bagi perusahaan, Pintarnya menyederhanakan proses rekrutmen tenaga kerja yang selama ini penuh hambatan administratif.

Pendiri Pintarnya menyadari bahwa banyak pekerja di Indonesia memiliki keterampilan praktis, namun kesulitan mengakses peluang karena informasi lowongan tidak terstruktur. Banyak pula yang masih mengandalkan jaringan informal dari mulut ke mulut. Dengan platform digital, hambatan ini bisa dipangkas. Calon pekerja cukup membuat profil sederhana, lalu sistem akan mencocokkan mereka dengan kebutuhan perusahaan.
Lebih jauh lagi, Pintarnya juga berfokus pada peningkatan kualitas pekerja. Melalui fitur pelatihan singkat, pekerja bisa mengasah keterampilan dasar yang relevan dengan industri. Dengan begitu, mereka tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga berkesempatan untuk naik kelas.
Jasa Keuangan untuk Mereka yang Sering Terabaikan
Namun, akses pekerjaan hanyalah satu bagian dari puzzle besar. Tantangan lain yang dihadapi para pekerja sektor informal dan semi-formal adalah akses ke layanan keuangan. Banyak dari mereka yang tidak memiliki rekening bank, sulit mendapatkan pinjaman, atau terjebak dalam jeratan pinjaman berbunga tinggi.

Pintarnya mencoba mengisi celah ini. Dengan data riwayat kerja dan aktivitas pengguna di platform, startup ini dapat membangun profil keuangan sederhana. Profil ini kemudian menjadi pintu masuk untuk menghubungkan pekerja dengan layanan keuangan formal, mulai dari tabungan, asuransi kesehatan, hingga pinjaman produktif dengan bunga wajar.
Pendekatan ini menarik bagi investor karena membuka potensi pasar yang sangat besar. Indonesia memiliki lebih dari 90 juta pekerja yang berada di sektor informal dan semi-formal, banyak di antaranya belum tersentuh lembaga keuangan tradisional. Dengan strategi digital, Pintarnya berusaha menjangkau kelompok ini tanpa perlu infrastruktur fisik yang mahal.