Lanskap digital di tanah air tumbuh pesat sejalan dengan transformasi digital di berbagai sektor industri. Momentum ini perlu diantisipasi berbagai pihak yang terlibat di ranah TI. Hal inilah yang terlihat pada perhelatan Telkomsel Solution Day 2025, di mana para pemimpin industri berkumpul untuk mengupas tuntas peluang dan tantangan digitalisasi.
Salah satu fokus datang dari Ericsson, raksasa teknologi global yang menegaskan kembali peran krusial jaringan 5G. 5G bukan hanya sebagai infrastruktur telekomunikasi, melainkan juga sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing industri nasional di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Acara yang berlangsung pada 21 Agustus 2025 ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan sebuah forum strategis. Ericsson dan Telkomsel, memaparkan bagaimana konektivitas generasi kelima ini bukan lagi sekadar konsep, melainkan solusi nyata yang siap diimplementasikan untuk mendorong efisiensi dan mendukung keberlanjutan bisnis di tanah air. Hadirnya Presiden Direktur Telkom Indonesia, Dian Siswarini, di booth Ericsson turut menggarisbawahi keseriusan kolaborasi ini dalam memajukan agenda digital nasional.
Menjawab Tantangan Sektor Logistik dan Transportasi
Salah satu diskusi paling menarik dipantik oleh Yasin Khan, CTO Mission Critical Networks & Enterprise Lead Ericsson untuk Asia Tenggara, Oseania & India. Ia menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi sektor vital seperti logistik dan transportasi. “Mulai dari keterbatasan konektivitas di pelabuhan hingga kebutuhan mendesak akan otomatisasi di gudang dan bandara, semua ini memerlukan solusi yang andal,” ujar Yasin.

Di sinilah, menurutnya, 5G hadir sebagai jawaban. Dengan 5G-native connectivity, kontrol real-time untuk perangkat otonom, seperti Automated Guided Vehicles (AGV), drone, dan robotika menjadi mungkin. Teknologi ini membuka gerbang bagi adopsi masif Internet of Things (IoT), Kecerdasan Buatan (AI), hingga digital twin.
“Inilah fondasi menuju ekosistem transportasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” tegas Yasin, seraya memaparkan kerangka kerja komprehensif untuk mentransformasi bandara tradisional menjadi bandara yang terintegrasi secara digital.
Dari Stadion Terkoneksi hingga Kembaran Digital yang didukung AI
Tak hanya berbicara di level konsep, Ericsson memboyong serangkaian demonstrasi kasus penggunaan (use case) 5G yang memukau para pengunjung. Salah satunya adalah Enterprise Virtual Cellular Network (EVCN), sebuah solusi yang menyederhanakan infrastruktur IT perusahaan melalui konektivitas global yang aman dan otomatisasi layanan 5G eSIM. Bayangkan sebuah perusahaan multinasional dapat mengelola konektivitas seluruh cabangnya di dunia dengan satu platform terpusat yang aman dan efisien.
Inovasi lain yang dipamerkan meliputi Connected Stadium – 5G Differentiated Connectivity, yang menjanjikan pengalaman menonton pertandingan yang lebih interaktif dan imersif, serta Smart Lightpole Solution yang mengubah tiang lampu jalan biasa menjadi pusat konektivitas multifungsi.

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah AI-Powered Digital Twin, sebuah inovasi hasil karya Grup Molca, pemenang Ericsson Hackathon 2024. Solusi ini menghadirkan platform 4D imersif yang memadukan IoT, AI, 3D, dan Extended Reality (XR).
Dengan teknologi ini, industri padat aset seperti pertambangan atau manufaktur dapat memantau aset mereka secara real-time, menganalisis data secara mendalam, dan membuat keputusan yang lebih cepat dan akurat. Ini bukan lagi sekadar visualisasi, melainkan sebuah replika digital hidup yang mampu mensimulasikan berbagai skenario untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi operasional.
Partisipasi Ericsson dalam ajang ini menjadi penegasan komitmen kuat mereka dalam mendukung Visi Indonesia Digital 2045. Melalui inovasi dan kolaborasi strategis, mereka tidak hanya menawarkan teknologi, tetapi juga peta jalan bagi sektor korporasi untuk memonetisasi peluang 5G, memperkuat ketahanan bisnis, dan pada akhirnya, berkontribusi pada pertumbuhan sosial-ekonomi bangsa secara berkelanjutan.