Qiscus memperkenalkan AgentLabs dan sejumlah inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di ajang tahunan Conversa 5.0. Peluncuran ini menandai upaya perusahaan mendorong perubahan peran AI dari sekadar chatbot menjadi agentic AI yang proaktif, humanis, mampu mengambil keputusan berbasis pengetahuan bisnis, dan memperkuat customer experience (pengalaman pelanggan) berbasis AI.
Solusi AgentLabs menjadi satu sorotan utama di acara yang mengangkat tema “Elevate Every Customer Experience with AI Agents,” ini. Menurut Qiscus, solusi ini dirancang untuk menggeser peran AI. Kecerdasan buatan bukan lagi sekadar alat otomatisasi, tapi kini menjadi AI Agent yang berperan aktif dalam mendukung transformasi untuk pengalaman pelanggan yang lebih baik.
Platform ini diklaim Qiscus dapat menyediakan pusat inovasi untuk mempermudah implementasi AI Agent yang konsisten dengan karakter brand dan relevan bagi pelanggan.
Tantangan Inovasi AI untuk Customer Experience
Di acara yang menghadirkan pembicara dan praktisi dari sektor BFSI, healthcare, hingga telekomunikasi itu, Qiscus mengungkap tantangan yang dihadapi banyak perusahaan dalam mengimplementasikan AI. Menurut Qiscus, kompleksitas, akurasi, dan kesesuaian dengan persona merek adalah kendala yang dihadapi banyak organisasi bisnis dalam mengadopsi AI.
AgentLabs dihadirkan Qiscus untuk menjawab tantangan tersebut dengan mengusung kemampuan yang diklaim menjaga konsistensi persona brand sekaligus mempermudah proses implementasi.
Dengan AgentLabs, Qiscus mengklaim bisnis dapat mempercepat transformasi digital berbasis AI tanpa mengorbankan akurasi maupun konsistensi identitas merek sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan berbasis AI.
“Kami percaya masa depan interaksi antara bisnis dan pelanggan harus didukung oleh teknologi kelas dunia yang mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Inilah cara kami membawa bisnis di nusantara, Asia Tenggara, hingga dunia menuju standar baru interaksi pelanggan,” ujar Delta Purna Widyangga, CEO & Co-founder Qiscus dalam keterangan resmi.
Evan Purnama, CTO & Co-founder Qiscus, menguraikan peran konsep agentic AI pada AgentLabs. Menurutnya, AgentLabs tidak hanya membantu bisnis menjawab pertanyaan pelanggan, tetapi juga memastikan AI Agent dapat memahami konteks, mengambil keputusan, dan tetap konsisten dengan identitas brand.
“Inilah yang kami maksud dengan agentic AI, yaitu AI yang bukan hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan akurat dalam setiap interaksi,” tandas Evan.
Inovasi Helpdesk AI dan WhatsApp Call
Selain AgentLabs, Qiscus juga meluncurkan Helpdesk AI yang dilengkapi teknologi Revelio AI Search. Rilis menjelaskan fitur ini dirancang untuk mengatasi masalah klasik pelanggan, yaitu sulit menemukan jawaban dalam artikel, menerima informasi tidak relevan, atau membutuhkan waktu lama untuk menelusuri banyak sumber.
Dengan Helpdesk AI, pengguna cukup bertanya dengan bahasa sehari-hari dan akan menerima jawaban yang disertai referensi artikel serta opsi memberikan umpan balik (feedback).
Produk lain yang dirilis adalah fitur WhatsApp Call. Fitur ini memungkinkan bisnis melakukan panggilan suara langsung melalui WhatsApp untuk keperluan verifikasi cepat, konsultasi, atau layanan premium yang bersifat lebih personal.
Qiscus menyebut solusi-solusi terbarunya didukung oleh kanal populer seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, Email, dan berbagai saluran lainnya untuk menjangkau pelanggan di berbagai platform.
Qiscus mengeklaim solusinya telah digunakan oleh ribuan perusahaan dan menjangkau lebih dari 265 juta end-user. Beberapa pelanggan yang disebutkan antara lain Telkom Indonesia (telekomunikasi), Blue Bird (transportasi), Astra International (BFSI), Paragon (kecantikan), Time International (retail), Halodoc (kesehatan), dan Dompet Dhuafa (NGO). Rilis juga menyebut Qiscus memiliki lebih dari 170 karyawan dan tiga hub regional di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Akhirnya, Qiscus menegaskan bahwa peluncuran produk-produk terbaru tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus menghadirkan solusi AI yang relevan dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis di Asia Tenggara.